Perumda NKR Siapkan Sanksi bagi Pegawai Terlibat Kerusuhan Pasar Kutabumi

INFO TANGERANGKOTA – Perusahaan Umum Daerah Niaga Kerta Raharja (Perumda NKR) Kabupaten Tangerang siap memberikan sanksi kepada pegawainya jika terbukti terlibat dalam penyerangan dan penganiayaan pedagang di Pasar Kutabumi pada 24 September 2023.

Direktur Utama Perumda-NKR Kabupaten Tangerang Finny Widiyanti menyatakan, oknum pegawai yang saat ini telah diperiksa oleh polisi mendapatkan pendampingan hukum. Namun, sanksi internal belum diberikan seiring dengan adanya prosedur standar operasional (SOP) yang perlu diikuti.

“Hapid Fauzi (oknum pegawai perumda) saat ini sudah diperiksa polisi. Secara hukum kami memberikan pendampingan hukum. Namun secara internal belum diberikan sanksi, karena ada SOP (standar operasional prosedur),” kata Finny Widiyanti dalam jumpa pers di Tangerang, dikutip Info Tangerang Kota dari Antara, Kamis, 12 Oktober 2023.

Pegawai Perumda NKR tersebut, yang juga menjabat sebagai Kepala Pasar Kutabumi, diketahui telah membuat surat permohonan bantuan kepada organisasi masyarakat (ormas). Perumda-NKR meminta maaf atas terbitnya surat tersebut yang berujung pada kerusuhan di pasar dan menimbulkan korban di kalangan pedagang.

Finny Widiyanti menegaskan bahwa surat tersebut tidak berasal dari Perumda-NKR.

“Terkait dengan surat yang beredar itu, bahwa saya menegaskan bila surat itu tidak dibuat dan direncanakan apapun oleh Perumda NKR. Sekali lagi, bukan dari kami,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pasar Kutabumi Perumda NKR Hapid Fauzi, menjelaskan bahwa dia memiliki kewenangan untuk menerbitkan surat permohonan bantuan kepada ormas, terutama setelah adanya surat edaran Direksi Perumda NKR yang menetapkan batas waktu pengosongan Pasar Kutabumi hingga 25 September 2023.

“Kalau secara tupoksi (tugas pokok dan fungsi) saya ada tupoksi untuk menerbitkan surat itu. Saya punya kewenangan untuk menerbitkan surat itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Periksa Tony Wismantoro terkait Kerusuhan Pasar Kutabumi

Hapid Fauzi juga mengatakan surat permohonan bantuan kepada ormas disebarkan oleh Tony Wismantoro, yang merupakan konsultan pihak ketiga mitra dari Perumda-NKR.

“Kalau itu Pak Tony, Pak Tony yang menyebarkan,” tuturnya.

Polresta Tangerang saat ini tengah mengusut aktor intelektual di balik penyerangan dan penganiayaan pedagang Pasar Kutabumi, dengan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah orang termasuk Tony Sumantoro. Pihak kepolisian berencana untuk memanggil 11 orang saksi lainnnya dalam waktu dekat untuk mengungkap lebih lanjut kasus tersebut.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Tangerang Kompol Arief Nazaruddin Yusuf mengatakan, minggu ini hingga pekan depan, penyidik telah melayangkan surat pemanggilan ulang terhadap para saksi.

“Jumlah yang akan diperiksa nanti ada sebanyak 11 orang termasuk saksi-saksi pada kasus itu,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *